Pembagian Qurban, haruskah ada korban (lagi)?

Tragedi pembagian zakat berdarah yang memakan korban belasan orang di Jawa Timur beberapa waktu lalu, ternyata tidak dijadikan pelajaran bagi amil di beberapa tempat pada saat pembagian daging qurban yang bertepatan dengan Idul Adha kemarin.

Beberapa kericuhan sempat mewarnai pembagian daging qurban tersebut, salah satunya terjadi di tangerang, dilaporkan sejumlah orang tua dan anak-anak banyak yang terjepit, serta satu nenek pingsan akibat kelelahan. Begitupun di Lapangan Bhayangkari, Mabes Polri, pembagian daging kurban ini diwarnai aksi dorong dari ratusan warga yang mengakibatkan seorang ibu jatuh pingsan.

Kejadian-kejadian ini memang sungguh memilukan sekaligus memalukan. Memilukan karena dihari yang indah untuk saling berbagi ini, malah menjadi hari yang mengenaskan bagi korban dari pembagian qurban tersebut. Memalukan karena kejadian ini bukan merupakan kejadian pertama yang terjadi. Bukankan dengan kejadian-kejadian sebelumnya, para amil dapat mengambil langkah antisipasi mencagah kejadian ini berulang? Apalagi salah satu kejadian kemarin terjadi di institusi pemerintah yang bernama mabes polri.

Semoga kejadian kemarin merupakan yang terakhir. Mari berqurban tanpa ada korban (lagi).

*sumber foto diambil dari sini.

This entry was posted on Tuesday, December 9th, 2008 at 11:37 am and is filed under Islamic. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

One Response to “Pembagian Qurban, haruskah ada korban (lagi)?”

  1. duduuut Says:

    iyah..dulu pembagian zakat jugag dah pernah kaya gitu..ko bisa terulang lagi y..

Leave a Reply