(Greenpeace Campaign) : Antara vegetarian, kotoran sapi dan global warming..

Seperti biasa, Manager HRD di kantor saya sering mengirimkan artikel-artikel yang useful kepada karyawannya melalui e-mail, baik itu berupa himbauan, motivasi kerja, safety,  dll (termasuk kenakan gaji kali yah.. hehe).

Artikel terakhir yang dikirimkan beliau mengenai “global warming”. Mmmh.. menurut saya artikel ini sangat menarik, dan lebih menarik lagi ternyata ada hubungannya lho, antara vegetarian, kotoran sapi, dan global warming. :)

Pada kesempatan kali ini saya akan mencoba berbagi dengan Anda.. :) Moga bermanfaat..

Mohon maaf kalau postingan nya terlalu panjang.. (isinya dikutip dari berbagai sumber sih.. :) )

Secara singkat pemanasan global atau bahasa kerennya “global warming” adalah peningkatan suhu rata-rata permukaan bumi. Pertanyaannya selanjutnya adalah mengapa suhu permukaan bumi meningkat? Apa dampak memanasnya planet bumi ini? Bagaimana mencegahnya? Trus, apa hubungannya dengan vegetarian dan kotoran sapi? (sabar dong fren… hehehe.. ) berikut penjelasannya..

Suhu permukaan bumi meningkat terkait langsung dengan efek dari gas-gas rumah kaca yang dihasilkan oleh aktifitas manusia sendiri. Efek rumah kaca memanaskan bumi melalui suatu proses yang kompleks yang berhubungan dengan sinar matahari, gas, dan partikel-partikel yang ada di atmosfer. Gas-gas yang menahan panas di atmosfer disebut gas rumah kaca. Kontributor terbesar pemanasan global saat ini adalah Karbon Dioksida (CO2), metana (CH4) yang dihasilkan agrikultur dan peternakan (terutama dari sistem pencernaan hewan-hewan ternak), Nitrogen Oksida (NO) dari pupuk, dan gas-gas yang digunakan untuk kulkas dan pendingin ruangan (CFC). Rusaknya hutan-hutan yang seharusnya berfungsi sebagai penyimpan CO2 juga makin memperparah keadaan ini karena pohon-pohon yang mati akan melepaskan CO2 yang tersimpan di dalam jaringannya ke atmosfer.

Dampak dari pemanasan global, sangat banyak merugikan manusia sendiri. Berikut ini adalah beberapa akibat pemanasan global : hujan badai dan hujan es, tsunami, gempa bumi, mengganasnya lumpur lapindo, keluarnya bola-bola api di lautan, gagal panen, epidemi 30 jenis penyakit baru (misal :flu burung, sapi gila dst), abrasi pantai, kesulitan air bersih, makin mewabahnya penyakit yang disebarkan serangga (misal : demam berdarah, malaria, cikungunya), banjir dan kekeringan, perubahan iklim yang ekstrim, mencairnya es di kutub, permukaan air laut meninggi, dll..

iih.. ngeri banget khan dampaknya. Trus, trus.. toh kita juga masih sehat-sehat juga kan?

Tapi..,dengar dulu kata Pak Stephen Hawking, ahli fisika kelas dunia,

“Hati-hati..,ancaman perang nuklir sudah lenyap, tapi bakal ada yang jauh-jauh lebih parah. Kalau perang dunia hanya membunuh ratusan ribu orang tapi pemanasan global bisa membunuh jutaan orang.”

Pak Gregroy R dari universitas terkenal di AS,Northwestern, lebih serem lagi ngomongnya..

“Pemanasan global bisa menyebabkan ledakan gas metana yang besarnya 10.000 kali lipat daripada ledakan yang ditimbulkan seluruh nuklir didunia. Juga dapat menyebabkan lautan api dan banjir yang maha besar sehingga menyebabkan kepunahan 90% spesies laut dan 75% spesies darat.”

Masak iya sih segitunya??

Kata Pak Zwally dari NASA, es di kutub akan jadi bisa lenyap pada akhir musim panas 2012. Konon es di kutub berfungsi memantulkan 80% panas matahari yang sampai di bumi. Kalau es menyusut,maka
air laut makin hangat, bumi makin panas.Trus..,gas metan terlepas dari lautan. Gas itu ternyata sangat banyak dan cukup untuk membunuh semua spesies di dunia.

Hiii…,ngeri banget kan? Sekarang saja sudah begitu banyak bencana dan masalah terjadi,sungguh tak
terbayangkan bila kelak semua es di kutub menghilang????

Sekarang mengenai cara pencegahannya, dan hubungan antara vegetarian, kotoran sapi dan global warming… :))

Sebenarnya banyak cara yang bisa diaplikasikan untuk mengurangi emisi karbondioksida, seperti mengurangi penggunaan bahan bakar fosil, menggunakan energi terbarukan seperti energi surya atau angin, mengurangi dan mendaur ulang barang-barang keperluan sehari-hari.

Juga mengendarai mobil berbahan bakar efisien atau menggunakan energi alternatif, serta menggunakan alat-alat elektronik yang hemat energi. Namun diet vegetarian diklaim cara yang paling efektif menghentikan pemanasan global.

Apa sebabnya? Laporan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) pada 2006 tentang peternakan dan lingkungan mengungkapkan bahwa hampir 20% emisi karbon berasal dari peternakan. Wah.. ternyata emisi CO2 yang dikeluarkan industri peternakan jauh lebih besar menyebabkan pemanasan global dari pada emisi CO2 dari seluruh tranportasi di dunia. Faktanya “Jumlah CO2 dari seekor sapi sama dengan jumlah CO2 yangdikeluarkan kendaraan yang bepergian sejauh 70.000 km.” dan Seekor sapi seberat 550 kg dapat memproduksi kotoran kira-kira 14,6 ton setiap tahunnya, berat ini setara dengan 10 mobil.

Peternakan juga dituding menjadi penyebab utama dari kerusakan tanah dan polusi air. Saat ini peternakan menggunakan 30% lahan dari permukaan tanah di bumi. Selain itu juga menurunkan mutu tanah ladang pakan ternak, yaitu sekitar 20%, karena pemeliharaan ternak yang berlebihan, pemadatan, dan erosi.

Industri ternak juga memerlukan banyak energi untuk mengubah ternak menjadi daging siap konsumsi. Untuk memproduksi satu kilogram daging, misalnya, dihasilkan emisi karbon dioksida 36,4 kilo. Sementara bila dilihat dari bahan bakar yang digunakan, untuk mendapatkan 1 kalori protein kacang kedelai, memerlukan 2 kalori bahan bakar fosil dan 3 kalori bahan bakar untuk memperoleh 1 kalori jagung dan gandum. Jauh berbeda dengan 1 kalori protein daging sapi yang membutuhkan 54 kalori energi minyak tanah.

Dengan menggabungkan biaya energi, konsumsi air, penggunaan lahan, polusi lingkungan, kerusakan ekosistem, tidaklah mengherankan jika satu orang berdiet daging dapat memberi makan 15 orang berdiet tumbuh-tumbuhan atau lebih.

Sekarang sudah jelaskan semuanya?..

Jadi… Apa yang harus kita lakukan untuk menghentikan pemanasan global?

1. Pangkas penyebab utamanya, yaitu : dengan menjadi vegetarian (hindarilah seluruh produk hewan, termasuk daging , unggas , ikan, telur,susu, tas kulit,dsb)
2. Pangkas penyebab sampinganya yaitu: pemborosan energi, gunakan barang-barang yang tidak merusak lingkungan,lakukan penghijauan,gunakan energi ramah lingkungan, matikan peralatan bila tak digunakan dst. (dengan kata lain : BE GREEN ! Lakukan Penghijauan)
3. Berdoa kepada TUHAN pemilik dan penguasa bumi ini.

Dan, yang paling penting mari kita mulai dari diri sendiri, mulai dari yang kecil-kecil dan mulai dari sekarang!!

So, mari selamatkan bumi!!

NB: Silahkan copy dan teruskan tulisan ini kepada orang lain agar tindakan yang kelihatan kecil ini dapat memicu langkah yang jauh lebih besar dalam mengurangi efek berantai pemanasan global!!

[Sumber : www.greenpeace.org, www.inilah.com, http://www.pemanasanglobal.net]

This entry was posted on Friday, November 7th, 2008 at 9:55 am and is filed under Greenpeace campaign, Uncategorized. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

22 Responses to “(Greenpeace Campaign) : Antara vegetarian, kotoran sapi dan global warming..”

  1. jeunglala Says:

    Hai…

    HRD-nya seru nih, sangat aware dengan lingkungan.. :)
    Nice info Mas.
    Ntar saya sebarin di kantor.. :)

  2. aRuL Says:

    andai semua HRD begitu yakz..
    kesadaran akan lingkungan mustinya dari pribadi yakz :)

  3. enno Says:

    mangstab HRD nya, semoga semua bisa begitu. Thanx infonya yaaa :mrgreen:

  4. trijokobs Says:

    tak copy ya friend…
    HRDnya pantesnya dapet posisi baru.. jadi Direktur ERD..
    (Earth Resource Development ) :D
    *maksa

  5. Chic Says:

    lah kalo jaid vegetarian kan berarti sapi-sapinya ga ada yang makan, bukannya jadi malah makin banyak… makin menjadi dong efek yang ditimbulkan oleh kotorannya :P

  6. antok Says:

    @jeunglala,aRuL,enno.. yah begitulah HRD ku.. thanks yah dah mampir.

    @trijokob.. silahkan di copy kang, btw ERD posisi nya boleh jg tuh.. hehe.. thanks dah mampir.

    @Chic.. bener jeung, tp paling tidak khan sektor peternakan semakin berkurang yang notabene penyumbang emisi CO2 terbesar. Tp saya sendiri gak vegetarian jeung.. hehe.. thanks dah mampir.

  7. Nuntung Says:

    Setuju…..itu penting……..

  8. uNieQ Says:

    komentku… rajin na tawwa hrd kirim2 email hahahhahahaha :D

    nda penting toh?? :P

    salam kenal balik:D

  9. antok Says:

    @De-Nun : thank daeng atas kunjungannya..
    @uNieQ : hehe.. iyye, begicu memang HRD ku.. peduli tawwa ama karyawannya.. moga tahun depan bisa naik gaji.. :)

  10. Labaco Says:

    Kalau menjadi vegetarian semuanya, trus yg makan daging2 ternak siapa ? jumlah populasi ternak akan bertambah terus, otomatis penggunaan lahannya bisa melebihi dari 30 % …,
    yahh…intinya berdoa saja, biar semuanya bisa diselamatkan. hehehe

  11. antok Says:

    @Labaco : thanks atas commentnya ces..
    populasi hewan memang akan bertambah, tp pertambahannya tidak akan secepat apabila di ternakkan. bukankah peternakan itu ada demi mempercepat produksi agar bisa memenuhi kebutuhan pasar dan datangkan uang?? silahkan dikaji sambil berdoa yang pasti. hehe

  12. Mus_ Says:

    hebat!!

    tapi saya belum mau jadi vegetarian. ndak tahan kalau liat rendang.

  13. antok Says:

    @Mus : sama2 jeki ces, sy jg belum bisa jd vegetarian.. rendang?? mmhh.. nyammanna.. hehe..
    Thanks commentnya ces.

  14. faiz Says:

    halo blogger angingmamiri….!
    Aku dengan tulus meminta kamu untuk mendukung blog aku di ajang anging mamiri award
    caranya gampang banget :
    klik vote Faiz

    jangan lupa yah teman…..
    blog is for my life
    “085255238825″

  15. deen Says:

    hmm, jadi tau..klo k’antok suka ijo jg..

    *komen-yg-sgt-tdk-penting-^_^v

  16. wennyaulia Says:

    HRD mana to?
    keren
    besok saya tiru ah :lol:

  17. ayiyuyeyo Says:

    Wah, vegetarian ga baik juga sebenarnya, karena kita juga perlu protein hewani yang pastinya dari hewan. Susu juga penting bagi pertumbuhan. Kalo ga minum susu, terus minum apa yang bisa ngebuat otak lebih cerdas? Yang berakibat fatal adalah para peternak, mereka bakal rugi besar. Ya intinya c, jangan memakai energi yang berlebihan. Hoho.^^

  18. achoey Says:

    mari perlakukan alam lebnih baik lagi

    Salam jabat erat sahabat :)

  19. Habibi Mahabbah Says:

    Tabe daeng, aga tumai kareba? Numpang baca dhe?!

  20. uNieQ Says:

    halo senior..blompi ada tulisan barunya.. hihihi ck ck ck HRD yg baek..kasi tau HRDnya sapa tau dy butuh anak buah lagi… panggil ma!! lagi cari2 bela hahhahahahhahahha sekalian mi tohhh :P

  21. yu2n Says:

    Global Warming Issue emang lagi ngetop ya..
    Bagusnya siy dimulai dari diri sendiri.. Matiin lampu kl ga dipake, nyetrika 1-2 kali seminggu, bersihin bunga es kulkas tiap minggu, cabut peralatan listrik dari sumber saat tidak digunakan, ga usah ke luar rumah klo ga penting2 amat (irit bensin bo’!, hehehe), matiin komputer kantor kl mo ditinggal lama. Pa lagi ya.. mgkn yg lain bisa nambahin..
    Cheers,

  22. mitchee Says:

    hmmm… aku pengen sih jadi vegetarian… tapi masih cinta mati sama susu sama ikan… kalo daging sapi/kambing sih gampang lah… aku juga nggak suka2 amat kok…

Leave a Reply